Senin, 09 Januari 2023

Usrah Toyibah wa RabbunGofur

 

Rasakanlah, ini adalah Cinta sebenarnya


Berfikirlah, inilah kesungguhan


Berkatalah, ini adalah keseriusan


Melangkahlah, inilah pembuktian




Aku sandarkan harapku padaNya


dan aku lakukan padamu


Aku ikrarkan janjiku padaNya


dan aku katakan padamu




Aku tambatkan tujuanku padaNya


Dan aku lakukan padamu


Aku nyatakan cintaku padaNya


Dan aku buktikan padamu




Aku tegaskan visiku padaNya


Dan aku lakukan denganmu


Aku buktikan misiku padaNya


Dan aku langkahkan bersamamu


~ AgiRu

Selasa, 26 Oktober 2021

Atas Nama-Nya

 Mereka berkata, ini terlambat

Tapi bagiku ini waktu yang tepat

Mereka berkata, terlalu lama

Tapi bagiku, ini sudah saatnya


Jika semua harus ada alasan

Lalu bagaimana dengan ketulusan

Jika semua harus ada karena

Namun aku padamu tanpa karena


Justru aku padamu sudah tanpa karena

Tanpa sebuah alasan, bukan juga pelarian.

Jika tetap harus ada karena

Maka katakanlah aku padamu karenaNya.


Mataku telah buta kecuali yang kulihat adalah kehendak Nya.

Dan telingaku sudah tuli, kecuali yang kudengar hanyalah ketentuanNya


Aku telah meminta, yang buruk dijauhkan

Dan aku yakin itu

Aku memohonkan yang baik didekatkan

Dan Dia tidak pernah mengingkari janjiNya


Kini jika engkau mendekat padaku,

Aku menerima ini, Atas namaNya yang Maha Welas Maha Asih.

Kamis, 07 Januari 2021

Wahai yang Maha Berkehendak aku memohon intervensiMu


Wahai Dzat yang tidak ada satupun bisa menyamai Mu,

Wahai pemilik Sifat Maha Berkehendak dan tidak akan pernah tunduk bahkan pada kalimat-kalimatNya

Wahai pemilik Sifat pengasih lagi penyayang. 


Rasanya aku pernah merasa seperti di posisi Azazel, saat ada makhluk baru yang Engkau lebih muliakan dan engkau lebih utamakan dari aku, setelah sebelumnya kau mengangkatkatku pada posisi yang membuat aku terlihat dimata mahklukMu.

Namun aku bersyukur, Engkau lebih memilih membuatku, bersujud kepadaMu, dan menerima semua ketentuan Mu.

Rasa nya aku pernah merasa seperti pada posisi Muhammad, saat engkau membuatnya jatuh cinta kepada Fakhita,

Dimana akhirnya kau membuat cintanya tak terbalas.

Namun aku bersyukur Engkau kehendaki  aku seperti Muhammad yang menerima dengan lapang dada ketentuan Mu.

Kini aku merasa seperti dalam keadaan Ibrahim yang menghadapi api di kerajaan namruz, jika tanpa intervensi Mu, hanguslah dia.

Atau saat Hajar mencari air di Padang tandus untuk Ismail, jika tanpa intervensi Mu, tak akan ada air mata zam-zam.

Kini semua kalkulasi dan logika dalam standar manusia menghasilkan ketidakmungkinan.

Jika tanpa intervensi Mu, aku akan terbakar dan kehausan.

Wahai pemilik Sifat penolong dan pengampun. Sudikah kau menghendaki aku agar aku tidak terbakar dan kehausan dengan intervensiMu.

Sabtu, 05 September 2020

KehendakMu

Dari mana aku harus masuk

Sedangkan semua celah seperti tak ada yang bisa kumasuki

Aku mencoba mendekat dengan dosa dan kebodohan ku, dengan Maha Pengampunannya diriMu,

Tapi yang kulihat adalah kehendakMu.

Aku coba lagi, mendekat, dengan titipan Ilmu yang kau izinkan aku mengetahuinya,

Tapi yang kulihat adalah kehendakMu.

Kali ini aku mencoba mendekat, dengan pekerjaan dan karya, yang telah kau izinkan untukku, namun yang aku ketemui tetaplah kehendakMu.

Katakanlah: "Wahai Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)"

Dan yang bisa kulihat lihat, aku dengar dan aku rasakan adalah kehendakMu.

Kehendaku adalah apa yang Kau kehendaki

Dan kehendakMu adalah apa yang kau kehendaki


Kamis, 13 Agustus 2020

Wahai Sang Penguji


Perjalanan ini

Sesungguhnya Engkau memberiku

Lalu Kau meminjamnya lagi

Dan Kau kembalikan dengan yang lebih banyak dan lebih baik


Wahai sang penguji... 

Sisi kemanusiaanku kau uji

Satu persatu logika dan kelayakan dalam standar manusia, kau lepaskan dariku

Sehingga aku tak ada lagi, dan hanya ada diriMu. 

Wahai sang penguji aku menyerah, aku berserah diri kepadaMu.

Sehingga bahagia dan sedih itu melebur dalam sesuatu yang dinamakan indah

Sehingga semua yang kulihat, kudengar dan kurasakan melebur jadi sesuatu yang disebut syukur.

Sehingga banyaknya jalan menujuMu dan semuanya kulihat menyatu, yaitu jalan MahabahMu. 

Wahai sang penguji, kembalikan apa yang kau pinjam itu dengan satu hal yaitu kemenangan dan keberuntungan untukku. 

Aku akan bersabar dengan janjiMu, yaitu pertemuan denganMu dan melihat indahnya WajahMu.

(Agiru) 

Rabu, 12 Agustus 2020

Aku



Yang kau sebut itu hanya namaKu dalam diriku

Aku melihat dengan mata-Ku

Mendengar dengan telinga-Ku

Dan merasa dengan hati-Ku

Tiada kepemilikan, yang ada hanya titipan.

Saat kau pencipta maka selainMu hanyalah ciptaan.

Saat kau Pengasih maka selainMu tiada kasih

Saat kau penyayang maka selainMu tiada sayang.

Dengan mataMu aku melihat

Dengan telingaMu, aku mendengar

Dan dengan hatiMu aku merasa.

(Agiru)

#sufi #tasawuf 

Sabtu, 11 Juli 2020

Tiada aku, kecuali Aku



Tidaklah ku hidup melainkan kehendak-Mu
Tidaklah Ku hidupkan, melainkan kehendak-Ku
Tidaklah ku tercipta melainkan kehendak-Mu
Dan tidaklah ku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya beribadah kepada-Ku

Tiadalah ibadah sejati melainkan dengan Mahabah
Kehendakku tidak berarti tanpa kehendak-Mu
Dan yang terjadi adalah kehendak-Mu
Maka aku berserah diri, kepada kehendak-Mu

Sehingga aku tiada dan hanya ada kamu
Sehingga tiada aku, kecuali Aku

Rabu, 18 Juli 2018

Seperti apa bangunan itu?


Bagiku semua ini adalah kasih sayangnya
rasa sakit, kecewa, menyesal, merasa tidak berguna, dan bodoh
kenikmatan, kebahagian, syukur, melihat dengan sudut pandang berbeda, rasa bangga dan kepuasaan.

Kalau saja cahaya itu tidak menyapaku, tentu aku akan tersesat dan menyimpang
Engkau tau yang tersembunyi dan nampak, yang terpendam dan yang terungkap
Jika memang pinta itu tertunda, maka aku yakin akan segera diwaktu yang tepat
Kalau saja pondasi ini kurang kuat, maka jadikanlah kuat dengan kesabaran dan ketaatanku untukmu.
seperti apa bangunan yang kau siapkan untukku sehingga pondasi ini begitu berat buatku, jika itu yang terbaik buatlah kuat dengan rasa syukurku dan keikhlasku padamu.

Karuniakan aku cintamu, cinta orang orang yang mencintaimu dan mencintai aktifitas yang bisa menghantarkan cintamu kepadaku.

Aku perbaiki semampuku, karena aku tidak tau berapa persen ideal-ku akan terwujud.
Aku serahkan semuanya padamu karena aku tak tau seberapa nyata semua mimpi akan terjadi.
Aku meminta kepadamu menjadi mukhlis, karena aku tak tau seberapa pantas aktifitas yang bisa kau ganti dengan rahmatmu.

Selasa, 27 Februari 2018

Apakah aku mengenalmu atau hanya mengetahui saja


Apakah aku berhak marah?
padahal penyebab kemarahan itu adalah ketentuannya ...
padahal penyebab kemarahan itu datang darinya...

Apakah aku berhak bersedih?
Padahal penyebab kesedihan itu adalah ketentuanya...
Dan penyebab kesedihan itu atas kehendaknya...

Bagaimana mungkin aku marah kepadamu, sedangkan kasih sayang itu adalah dirimu
Bagaimana bisa aku sedih atas mu, sedangkan cinta itu adalah dirimu

Apakah aku sudah mengenalmu
ataukah hanya mengetahui tentangmu saja

Apakah aku berhak kecewa
padahal itu karena kebodohanku dalam memahami mu
Dan keterbatasanku mengenalmu

Apakah aku sudah mengenalmu
ataukah hanya mengetahui tentangmu saja

Sesungguhnya rasaku, dan pengetahuan ini sungguh terbatas
dan engkau mengetahui batasanku
Sikapku dan langkah ini sangat terbatas
Maka jangan biarkan aku melampaui batas

Tidaklah bagiku untuk bisa mengetahui tentangmu kecuali apa yg kau izinkan untukku,
Tidaklah bagiku untuk jauh mengenalmu kecuali apa yang telah kau izinkan untukku

Jika seperti itu maka izinkan aku
mengenalmu
sebagaimana orang orang yang kau cintai mengenalmu
sehingga aku termasuk kedalam orang-orang yang kau cintai.
(agiru) 

Kamis, 08 Februari 2018

Proposal Marriage


Bissmillahirrahmanirrahim
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.
Rahmat dan keselamatan dan kesejahteraan selalu tercurah kepada hamba dan utusan Allah Muhammad Saw dan keluarganya.

#future wife
Bagiku ini adalah salah satu momen terbaik dalam hidupku, sebuah wilayah baru yang baru saja ku jejakkan kakiku, karena ketentuanNya lah aku seberani ini, karena ketetapanNya lah aku sejauh ini, mengumpulkan keberanian, dan melepaskannya saat aku lakukakan hal ini.
...
Bersediakah kamu menjadi istriku?,
saling mengingatkan tentang status penghambaan kita kepada sang Ma'bud, saling menguatkan dalam keimanan, saling mendukung dalam menjalankan perintah dan larangan Allah serta RosulNya dengan status mukhlis, dan bersungguh-sungguh dalam barisan itu dalam keadaan mukhlis, dan bersama-sama mencapai derajat mutaqin.
Bersediakah jika..
Aku berharap kamulah jawaban do'a ku, kamu kekuatan tambahan dalam langkah ini, kamu bagian amal sholehku, dan kamu adalah pendamping dalam perjuangan ini.
Aku berharap kita akan menjadi orang tua bagi anak-anak yang lucu, yang sholeh, dan orang tua dari anak-anak yg mutaqin.

Aku tau itu tidak mudah tapi aku yakin itu bukanlah hal yang mustahil,
Perlu beberapa langkah mencapai tujuan akhir, dan langkah selanjutnya adalah melangkah bersamamu.
Bersediakah jika
Kamu melangkah bersamaku...

#future parent-in-law
Abi/Umi...
Saat saya berpikir dan tergerak hati ini, saya yakin ini adalah bagian dari sebuah ketentuanNya, bagian dari kehendakNya, dan bagian dari yang telah direncanakanNya,
Saya sadar bahwa apa yang saya lakukan adalah bagian dari ikhtiar saya untuk menunjukan keseriusan saya menikahi putri abi/umi, yang tentu saja semua keputusan ada pada abi/umi dengan izinNya.

Namun sebelum itu izinkan saya menyampaikan beberapa hal terkait hal ini
Pernikahan bagi saya adalah sebuah jalan hidup yang harus dilalui, karena pernikahan adalah sebuah ibadah sunah yang telah Rosulullah ajarkan, sebuah fitrah manusia yang Allah ciptakan secara berpasang-pasangan, menyukai lawan jenis, dan Allah mengaturnya melalui jalan pernikahan.

Pernikahan bagi saya seperti perjalanan sebuah kapal yang berlayar dilautan, menuju suatu tujuan.
Dimana hal yang pertama bagi saya adalah kesamaan tujuan, seperti halnya hamba Allah, yang beriman, dan mengamalkan syariat Islam dengan bersunguh-sungguh dengan kesadaran keikhlasan untuk mencapai ketaqwaan, maka saya berharap bercita-cita bahwa hidup ini adalah bagaimana mendapatkan Ridho Allah dan keselamatan di hari akhir. Maka jelaslah kemana sebuah pernikahan ini akan diarahkan

Abi/Umi...
Saya tidak menjanjikan apa-apa, kecuali saya hanya akan berusaha menjadi imam yang baik, dan imam yang baik perlu makmum yang baik juga, dan dengan izin Allah, saya yakin putri Abi/Umi adalah makmum yang baik bagi saya.

Saya tidak menjanjikan dia akan selalu tersenyum, saya tidak bisa memastikan dia tidak akan menangis, tapi saya akan memastikan dia dalam ketaatan kepada Allah dan RosulNya, meskipun itu harus membuat dia menangis dan tidak tersenyum.
Karena dengan ketaatan kepada Allah dan RosulNya kami akan bahagia selamanya.

Jika Abi/Umi...
memperkenan saya, maka itu adalah bagian dari ketentuanNya dan kalaupun tidak maka itu juga adalah ketentuanNya.
Dan semua ketentuan Allah itu adalah hal terbaik.



Rabu, 12 April 2017

Keinginan, Impian dan Kepantasan


Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang

Wahai impian ketiga-ku
Sungguh engkau Impian ketiga-ku setelah Ridho Allah dan Keselamatan di hari akhir..
Wahai impian..
aku selalu menantimu, sampai diri ini pantas untuk qualitas indahmu.

Wahai impian ketiga-ku
tahukah engkau, dalam do'a-ku aku memohon kepada Allah agar kelak aku berkata seperti ini kepadamu "sayang dengarkan aku, demi dzat yang tidak pernah menyalahi janji, sesungguhnya Dia telah memperkenankan salah satu do'a-ku yaitu mengaruniakan jiwa yg sholehah yang apabila aku memandangnya makin bertambah rasa syukurku  dan sekarang dia telah hadir dihadapanku".

Wahai impian ketiga-ku
Aku mengerti, jauh sebelum aku berdo'a :
'' ya Allah karuniakan kepadaku
seorang istri yang sholehah, seorang istri yang apabila aku memandangnya makin bertambah rasa syukurku, seorang istri yang apabila aku memandangnya menentramkan hatiku''
jauh sebelum aku memohon seperti itu
Allah telah menentukannya untukku.
Namun aku juga mengerti Allah telah mengetahui aku berkata hal itu, jauh sebelum aku berkata hal itu.

Wahai impian ketiga-ku
aku selalu merindukanmu,
seandainya saja rindu itu seperti gelombang air,
tentu saja ia akan lebih dahsyat dari gelombang tsunami, yang mampu menghancurkan apa saja yg diterjangnya, begitupun hati ini, kalau saja aku tidak ingat akan janji Yang Maha Pengasih, mungkin hati ini sudah hancur karena rindu itu..

Wahai impian ketigaku
Aku selalu menantimu hadir kepadaku dengan jiwa yang hanya mengharap Ridho Allah.
Wahai impian ketiga-ku
Aku selalu menanti saat itu, saat yang telah ditentukan Yang Maha Pengasih, yaitu mempertemukan kita berdua.
nantikan aku impian ketiga-ku
*arusghie#

Selasa, 11 April 2017

Bagiku





Bagiku ...
Meminta atau diam
Sama saja
Karena Dia tahu isi hatiku

Bagiku...
Mengungkap atau diam
Sama saja
Karena Dia sesungguhnya
Mengetahui isi hati ini

Adapun dengan keinginanku..
Hararapanku dan impianku
Cukuplah kepercayaanku pada-Nya

Walau aku juga tau akan ada
Yang mengetahui isi hatiku
Selain diri-Nya
Tentu saja atas izin-Nya

Jika Dia menghendaki
Dia akan melakukannya untukku
Dengan caranNya

Selasa, 28 Maret 2017

Aku Berjalan


Bukan kaki ini yang pincang
Sehingga langkah ini tersendat
Dan aku berjalan tak sempurna

Tapi hati inilah yang pincang
Yang gagal  memahami maksud-Mu

Cukuplah rasa sakit ini
Karena ketidakseimbangan yang kualami

Cukuplah aku berjalan dengan dua kaki
Karena seharusnya ada kaki ketiga
Yang terkadang kulupakan
Yaitu prasangka baik terhadap-Mu
Harapan yang tidak pernah berhenti
Dan keyakinan akan janji-Mu

Kamis, 07 April 2016

Terbangun Dari Mimpi

Kadang aku berpikir
apakah rasa itu?
tentang rasa ini
ada apa dengan rasa ini?
dan sebab rasa ini yang hadir karenamu

Kekaguman, atau hal yang menarik
atau pandangan yang menghujam ke dalam hati
sehingga aku tak mampu memandangmu kembali
atau tingkah yang lucu dan paras yang menarik

Mungkin aku menyukaimu atau
bahkan mencintaimu
mungkin terpikir lebih dari itu
atau dirimu khayalan tingkat tinggi bagiku
atau seperti punguk merindukan rembulan

tapi aku tersadar
terlalu lama aku bermimpi
terlalu lama
realitanya aku harus berjalan
berjuang menuju cinta yang sebenarnya

Cinta yang begitu indah dan begitu besar
karenaNya aku diberi kesempatan hidup
KarenaNya sampai saat ini aku masih bisa bernafas
KarenaNya juga rasa itu ada

Aku mungkin menyukaimu
atau bahkan mencintaimu
tapi aku lebih mencintaiNya
memilih yang harus ku pilih, menaatiNya

memilih yang telah dipilihkan olehNya
mencintai apa yang dicintaiNya
membenci apa yang dibenciNya
melakukan apa yang diinginkaNya dari ku

jika itu harus menghapusmu
menghapus rasa padamu
menghapus mimpiku terhadapmu
dengan demikian
terhapuslah khayalan tinggi padamu
terhapuslah punguk yang merindukan rembulan

karena yang terhapus itu akan terganti
terganti dengan yang terbaik yang telah dipersiapkanNya
Karena demi bisa melihat WajahNya
bertemu denganNya bersama RidhoNya

Jumat, 22 November 2013

Pengaruh Istri Sholeha

بسم الله الرحمن الرحيم

Abu Bakr Ahmad bin Marwan bin Muhammad ad-Dainuri seorang qodhi madzhab maliki (wafat 333 H) menyebutkan dalam kitabnya al-Mujaalasah wa Jawaahirul ‘Ilm:Dari Kholid bin Yazid, ia berkata:

Hasan al-Bashri berkata:
"Aku datang kepada seorang pedagang kain di Mekkah untuk membeli baju, lalu 

 pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu akupun meninggalkannya dan aku katakan tidaklah layak beli dari orang semacam itu, lalu akupun beli baju dari pedagang yang lain. Dua tahun setelah itu aku haji dan aku ketemu lagi dengan orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu aku tanya kepadanya: "bukankah engkau orang yang dulu pernah berjumpa denganku beberapa tahun lalu?",

ia menjawab : "iya benar",
aku tanya lagi: "apa yang membuatmu berubah seperti sekarang? Aku tidak lagi melihatmu memuji-muji dagangan dan bersumpah!" iapun bercerita: "dulu aku punya istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit rejeki, ia meremehkannya dan jika aku datang kepadanya dengan rejeki yang banyak ia menganggapnya sedikit. 

Lalu Alloh mewafatkan istriku tersebut, dan akupun menikah lagi dengan seorang wanita. 

Jika aku hendak pergi ke pasar, ia memegang bajuku lalu berkata: "wahai suamiku, bertaqwalah kepada Alloh, jangan engkau beri makan aku melainkan dengan yang thoyib (halal), jika engkau datang kepadaku dengan sedikit rejeki, aku akan menganggapnya banyak. Dan jika engkau tidak dapat apa-apa aku akan membantumu memintal (kain)."

Lihat kitab: al-Mujaalasah wa Jawaahirul ‘Ilm (5/252) karya Abu Bakr Ahmad bin Marwan bin Muhammad ad-Dainuri al-Qodhi al-Maliki (W. 333H), Muhaqqiq Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Aalu Salman, penerbit: Jumiyyah at-Tarbiyyah al-Islamiyyah (Bahrain - Ummul Hafsh) Daar Ibnu Hazm (Beirut - Lebanon) Tahun terbit 1419 H.
>>> http://hijabers.abatasa.co.id

Rabu, 19 Juni 2013

KONSEP MENIKAH KARENA ALLAH

Sungguh indah sekali menikah karena Allah itu
Sungguh indah sekali menikah tanpa pacaran itu
Sungguh indah sekali mencampakan yang haram dan memilih yang halal itu

Menikah dengan seseorang yg jauh-jauh hari belum kita ketahui, tidak pernah kita tau sebelumnya, yang kita tidak tau apakah kita akan menyukainya atau tidak.

Namun disitulah hikmah penyerahan diri kepada Allah, saat keinginan- keinginan dan ketidak-inginan terhadap sesuatu tunduk dalam sebuah perintah, saat idealita, harapan, kecemasan, dan emosi melebur dalam sebuah keyakinan..

Saat sebagian besar alasan paling kuat laki*laki menikahi wanita karena hartanya, lalu karena nasabnya, kemudian karena kecantikannya, dan yang sedikit sekali karena din*nya, maka pilihan yg dijatuhkannyapun sesuai anjuran rosulnya yaitu memilih karena Din*nya

Sungguh indah sekali menikah karena Allah itu
Sungguh indah sekali menikah tanpa pacaran itu
Sungguh indah sekali mencampakan yg haram dan memilih yg halal itu

Sungguh cara ini tidak bisa dicapai, kecuali oleh orang-orang yang yakin bisa mencapainya, pada orang-orang-orang dengan tingkat penyerahan diri (muslim)

Kamis, 31 Mei 2012

* tentang sebuah rasa *







Kau tidak tau bagaimana hati yang bersemi itu
kau juga tidak tau bahwa hati yang melambung tinggi keatas itu, akan hancur berkeping-keping jika tak sampai.
Dan kau tidak mengerti bagaimana kasih tak sampai itu

aku yang begitu lantang dengan kata-kata kebaikan, jadi malu pada diriku sendiri
aku yang mengerti syariah juga malu padaNYA
dan aku juga malu padamu

sejujurnya aku menyukaimu
hanya saja aku takut jatuh cinta padamu
karena rasa suka itu untuk siapa saja
sedangkan cinta bagiku hanya untuk sesuatu yang halal

Kau tidak tau bagaimana hati yang bersemi itu
kau juga tidak tau bahwa hati yang melambung tinggi keatas itu, akan hancur berkeping-keping jika tak sampai.
Dan kau tidak mengerti bagaimana kasih tak sampai itu.

Kau tidak tau bahwa jatuh itu menyakitkan
seperti halnya jatuhnya cinta pada sebuah hati
yang tak bisa selamannya menampung cinta itu
maka aku ingin cinta itu jatuh pada hati yang bisa menyimpan cinta selamanya

aku tidak kecewa pada apa yang terjadi padaku
namun aku sedih pada apa yang terjadi diantara kita
mungkin aku akan tersenyum jika melihat senyum itu lagi

aku yang begitu lantang dengan kata-kata kebaikan, jadi malu pada diriku sendiri
aku yang mengerti syariah juga malu padaNYA
dan aku juga malu padamu

Datangnya Cinta Itu




Seandainya cinta itu datang dari apa yang ku lihat, sungguh telah kutinggalkan akal sehatku
dan apabila cinta itu datang dari apa yang aku dengar, maka aku telah mengabaikan pembuktian

namun cinta tanpa didahului pandangan
sepertinya lebih indah
atau tidak datang dari yang kudengar saja, mungkin lebih baik

mungkin jatuh cinta karena sebuah qualitas itu lebih baik

saat qualitas impian itu ada dihadapanku
rasanya aku tidak bermimpi sejauh itu
karena kusadari siapalah aku ini
hanya seorang pengharap yang berharap yang terbaik

dirimu memang indah
karena aku pernah melihatmu
dan aku menyukaimu
karena aku pernah mendengar tentang dirimu

hanya saja hal itu
tak mungkin ku ungkapkan
atau terucap
dari lidahku

biarlah mulut ini terkunci membisu
dan lidah ini kelu
sampai yang Maha Pengasih yang membuka kuncinya untuk seseorang yg ditakdirkan untukku

Jumat, 18 November 2011

* Maha Suci Allah yang membuat mulut ini terdiam saat melihatmu *

walau mulut ini terdiam, namun hatiku bersemi seperti taman ini

perjalanan ini membuatku banyak menerima sesuatu, memilihnya, kemudian menggunakannya
mempelajarinya setelah itu bersikap, memberi setelah itu belajar,
dan memikirkan kemudian mensyukurinya
dan hal terpenting adalah mewujudkannya setelah meyakininya

adakah yang terbaik dari sesuatu, selain hal itu bermanfaat, adakah yang terbaik dari sesuatu selain dari kebenaran

adapun rasa sungguh terlalu panjang untuk diurai, terlalu rumit untuk dipikirkan, dan begitu luas untuk ditampung oleh sebuah hati.
Dan saat sebuah hati tidak dapat lagi menampung rasa itu, maka mulutlah yang mungkin melakukannya

maka saat mulut inipun tak mampu meneruskan maksud hati
maka tak ada lagi cara untuk meneruskan perkataan hati, selain membuktikannya dengan jalan yang benar

aku pernah berfikir bahwa seorang pecundanglah yang tidak mampu berterus terang tentang perasaannya
mungkin itu benar, tapi tidak menyampaikanya melalui mulut bukan berarti tidak berterus terang,
bukankah hati telah terlebih dahulu merasakanya
atau bukankah sikap  telah mendahului lidah
dan bukankah sebuah penilaian telah mendahului semuanya
dan itulah keterusterangan

apalah arti sebuah kata yang terucap
namun tidak terbukti
apalah arti keterusterangan melalui lidah
jika tak sampai pada perbuatan
bukankah hal itu namanya omong kosong

aku memang hanya bisa terdiam saat melihatmu
walaupun sebenarnya hati ini tidak bisa begitu
namun itu hanya bisa kulakukan
walau sebenarnya aku ingin hanya sekedar menyapamu

tidak mudah menyatakan sesuatu dengan lidah, apalagi kalau sesuatu itu hal yang indah
namun beruntunglah orang yang bisa mengendalikan lidahnya
karena lidah adalah langkah pertama suatu kenyataan dan hanya akan berarti jika diikuti langkah kaki dan tanganmu



Maha Suci Allah yang telah membuat mulut ini terdiam saat melihatmu

Maha Suci Allah yang bisa membuatku berkata tentang kebenaran...
Aku berlindung kepadaNYA dari kesalahan lidahku,
aku berlindung kepadaNYA dari hal yang membuat Dia tidak meridhoiku

Kamis, 29 September 2011

* Ya Allah aku jatuh cinta kepadanya *


Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang
ya Allah jangan biarkan sedetikpun diriku engkau serahkan kepada nafs(keinginan)-ku, karena sesungguhnya nafs itu hanya membawa kepada apa yg diinginkan dan kesenangan yang sesaat
maka aku serahkan diriku padaMu, karena sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa yang terbaik untukku

sungguh aku telah menyaksikan keindahan akhlak yang membuat aku kagum
mata ini hanya bisa menyaksikannya
namun hati ini, sungguh tak bisa berbohong

aku tidak bisa bertanya kepada siapapun tentang hal ini
karena mungkin tak ada seorangpun yang bisa menjawabnya
tentang rasa, yang hanya diketahui oleh Maha Pencipta rasa

begitu membuat luluhnya hatiku
begitu mengagumkan dirinya
maka aku berlindung dari ketidakpantasan
dan aku berlindung dari nafs-ku, yang membawa kemudaharatan

Ya Allah aku benar-benar jatuh cinta
pada keindahan sebuah akhlak
pada keagungannya sebuah hijab
maka aku berlindung kepadaMu
dari keburukan nafs-ku
dari kotornya rasaku
dari segala motivasi bukan karenaMu

ya Allah bukan raga itu yg aku cintai
bukan dia yang aku maksud
namun qualitasnya...
Qualitasnya ya Rabb...  Maka dengan kemuliaanMu jadikan aku pantas untuk qualitas itu..
*arusghie#