Kamis, 07 April 2016

Terbangun Dari Mimpi

Kadang aku berpikir
apakah rasa itu?
tentang rasa ini
ada apa dengan rasa ini?
dan sebab rasa ini yang hadir karenamu

Kekaguman, atau hal yang menarik
atau pandangan yang menghujam ke dalam hati
sehingga aku tak mampu memandangmu kembali
atau tingkah yang lucu dan paras yang menarik

Mungkin aku menyukaimu atau
bahkan mencintaimu
mungkin terpikir lebih dari itu
atau dirimu khayalan tingkat tinggi bagiku
atau seperti punguk merindukan rembulan

tapi aku tersadar
terlalu lama aku bermimpi
terlalu lama
realitanya aku harus berjalan
berjuang menuju cinta yang sebenarnya

Cinta yang begitu indah dan begitu besar
karenaNya aku diberi kesempatan hidup
KarenaNya sampai saat ini aku masih bisa bernafas
KarenaNya juga rasa itu ada

Aku mungkin menyukaimu
atau bahkan mencintaimu
tapi aku lebih mencintaiNya
memilih yang harus ku pilih, menaatiNya

memilih yang telah dipilihkan olehNya
mencintai apa yang dicintaiNya
membenci apa yang dibenciNya
melakukan apa yang diinginkaNya dari ku

jika itu harus menghapusmu
menghapus rasa padamu
menghapus mimpiku terhadapmu
dengan demikian
terhapuslah khayalan tinggi padamu
terhapuslah punguk yang merindukan rembulan

karena yang terhapus itu akan terganti
terganti dengan yang terbaik yang telah dipersiapkanNya
Karena demi bisa melihat WajahNya
bertemu denganNya bersama RidhoNya

Jumat, 22 November 2013

Pengaruh Istri Sholeha

بسم الله الرحمن الرحيم

Abu Bakr Ahmad bin Marwan bin Muhammad ad-Dainuri seorang qodhi madzhab maliki (wafat 333 H) menyebutkan dalam kitabnya al-Mujaalasah wa Jawaahirul ‘Ilm:Dari Kholid bin Yazid, ia berkata:

Hasan al-Bashri berkata:
"Aku datang kepada seorang pedagang kain di Mekkah untuk membeli baju, lalu 

 pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu akupun meninggalkannya dan aku katakan tidaklah layak beli dari orang semacam itu, lalu akupun beli baju dari pedagang yang lain. Dua tahun setelah itu aku haji dan aku ketemu lagi dengan orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu aku tanya kepadanya: "bukankah engkau orang yang dulu pernah berjumpa denganku beberapa tahun lalu?",

ia menjawab : "iya benar",
aku tanya lagi: "apa yang membuatmu berubah seperti sekarang? Aku tidak lagi melihatmu memuji-muji dagangan dan bersumpah!" iapun bercerita: "dulu aku punya istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit rejeki, ia meremehkannya dan jika aku datang kepadanya dengan rejeki yang banyak ia menganggapnya sedikit. 

Lalu Alloh mewafatkan istriku tersebut, dan akupun menikah lagi dengan seorang wanita. 

Jika aku hendak pergi ke pasar, ia memegang bajuku lalu berkata: "wahai suamiku, bertaqwalah kepada Alloh, jangan engkau beri makan aku melainkan dengan yang thoyib (halal), jika engkau datang kepadaku dengan sedikit rejeki, aku akan menganggapnya banyak. Dan jika engkau tidak dapat apa-apa aku akan membantumu memintal (kain)."

Lihat kitab: al-Mujaalasah wa Jawaahirul ‘Ilm (5/252) karya Abu Bakr Ahmad bin Marwan bin Muhammad ad-Dainuri al-Qodhi al-Maliki (W. 333H), Muhaqqiq Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Aalu Salman, penerbit: Jumiyyah at-Tarbiyyah al-Islamiyyah (Bahrain - Ummul Hafsh) Daar Ibnu Hazm (Beirut - Lebanon) Tahun terbit 1419 H.
>>> http://hijabers.abatasa.co.id

Rabu, 19 Juni 2013

KONSEP MENIKAH KARENA ALLAH

Sungguh indah sekali menikah karena Allah itu
Sungguh indah sekali menikah tanpa pacaran itu
Sungguh indah sekali mencampakan yang haram dan memilih yang halal itu

Menikah dengan seseorang yg jauh-jauh hari belum kita ketahui, tidak pernah kita tau sebelumnya, yang kita tidak tau apakah kita akan menyukainya atau tidak.

Namun disitulah hikmah penyerahan diri kepada Allah, saat keinginan- keinginan dan ketidak-inginan terhadap sesuatu tunduk dalam sebuah perintah, saat idealita, harapan, kecemasan, dan emosi melebur dalam sebuah keyakinan..

Saat sebagian besar alasan paling kuat laki*laki menikahi wanita karena hartanya, lalu karena nasabnya, kemudian karena kecantikannya, dan yang sedikit sekali karena din*nya, maka pilihan yg dijatuhkannyapun sesuai anjuran rosulnya yaitu memilih karena Din*nya

Sungguh indah sekali menikah karena Allah itu
Sungguh indah sekali menikah tanpa pacaran itu
Sungguh indah sekali mencampakan yg haram dan memilih yg halal itu

Sungguh cara ini tidak bisa dicapai, kecuali oleh orang-orang yang yakin bisa mencapainya, pada orang-orang-orang dengan tingkat penyerahan diri (muslim)

Kamis, 31 Mei 2012

* tentang sebuah rasa *







Kau tidak tau bagaimana hati yang bersemi itu
kau juga tidak tau bahwa hati yang melambung tinggi keatas itu, akan hancur berkeping-keping jika tak sampai.
Dan kau tidak mengerti bagaimana kasih tak sampai itu

aku yang begitu lantang dengan kata-kata kebaikan, jadi malu pada diriku sendiri
aku yang mengerti syariah juga malu padaNYA
dan aku juga malu padamu

sejujurnya aku menyukaimu
hanya saja aku takut jatuh cinta padamu
karena rasa suka itu untuk siapa saja
sedangkan cinta bagiku hanya untuk sesuatu yang halal

Kau tidak tau bagaimana hati yang bersemi itu
kau juga tidak tau bahwa hati yang melambung tinggi keatas itu, akan hancur berkeping-keping jika tak sampai.
Dan kau tidak mengerti bagaimana kasih tak sampai itu.

Kau tidak tau bahwa jatuh itu menyakitkan
seperti halnya jatuhnya cinta pada sebuah hati
yang tak bisa selamannya menampung cinta itu
maka aku ingin cinta itu jatuh pada hati yang bisa menyimpan cinta selamanya

aku tidak kecewa pada apa yang terjadi padaku
namun aku sedih pada apa yang terjadi diantara kita
mungkin aku akan tersenyum jika melihat senyum itu lagi

aku yang begitu lantang dengan kata-kata kebaikan, jadi malu pada diriku sendiri
aku yang mengerti syariah juga malu padaNYA
dan aku juga malu padamu

Datangnya Cinta Itu




Seandainya cinta itu datang dari apa yang ku lihat, sungguh telah kutinggalkan akal sehatku
dan apabila cinta itu datang dari apa yang aku dengar, maka aku telah mengabaikan pembuktian

namun cinta tanpa didahului pandangan
sepertinya lebih indah
atau tidak datang dari yang kudengar saja, mungkin lebih baik

mungkin jatuh cinta karena sebuah qualitas itu lebih baik

saat qualitas impian itu ada dihadapanku
rasanya aku tidak bermimpi sejauh itu
karena kusadari siapalah aku ini
hanya seorang pengharap yang berharap yang terbaik

dirimu memang indah
karena aku pernah melihatmu
dan aku menyukaimu
karena aku pernah mendengar tentang dirimu

hanya saja hal itu
tak mungkin ku ungkapkan
atau terucap
dari lidahku

biarlah mulut ini terkunci membisu
dan lidah ini kelu
sampai yang Maha Pengasih yang membuka kuncinya untuk seseorang yg ditakdirkan untukku

Jumat, 18 November 2011

* Maha Suci Allah yang membuat mulut ini terdiam saat melihatmu *

walau mulut ini terdiam, namun hatiku bersemi seperti taman ini

perjalanan ini membuatku banyak menerima sesuatu, memilihnya, kemudian menggunakannya
mempelajarinya setelah itu bersikap, memberi setelah itu belajar,
dan memikirkan kemudian mensyukurinya
dan hal terpenting adalah mewujudkannya setelah meyakininya

adakah yang terbaik dari sesuatu, selain hal itu bermanfaat, adakah yang terbaik dari sesuatu selain dari kebenaran

adapun rasa sungguh terlalu panjang untuk diurai, terlalu rumit untuk dipikirkan, dan begitu luas untuk ditampung oleh sebuah hati.
Dan saat sebuah hati tidak dapat lagi menampung rasa itu, maka mulutlah yang mungkin melakukannya

maka saat mulut inipun tak mampu meneruskan maksud hati
maka tak ada lagi cara untuk meneruskan perkataan hati, selain membuktikannya dengan jalan yang benar

aku pernah berfikir bahwa seorang pecundanglah yang tidak mampu berterus terang tentang perasaannya
mungkin itu benar, tapi tidak menyampaikanya melalui mulut bukan berarti tidak berterus terang,
bukankah hati telah terlebih dahulu merasakanya
atau bukankah sikap  telah mendahului lidah
dan bukankah sebuah penilaian telah mendahului semuanya
dan itulah keterusterangan

apalah arti sebuah kata yang terucap
namun tidak terbukti
apalah arti keterusterangan melalui lidah
jika tak sampai pada perbuatan
bukankah hal itu namanya omong kosong

aku memang hanya bisa terdiam saat melihatmu
walaupun sebenarnya hati ini tidak bisa begitu
namun itu hanya bisa kulakukan
walau sebenarnya aku ingin hanya sekedar menyapamu

tidak mudah menyatakan sesuatu dengan lidah, apalagi kalau sesuatu itu hal yang indah
namun beruntunglah orang yang bisa mengendalikan lidahnya
karena lidah adalah langkah pertama suatu kenyataan dan hanya akan berarti jika diikuti langkah kaki dan tanganmu



Maha Suci Allah yang telah membuat mulut ini terdiam saat melihatmu

Maha Suci Allah yang bisa membuatku berkata tentang kebenaran...
Aku berlindung kepadaNYA dari kesalahan lidahku,
aku berlindung kepadaNYA dari hal yang membuat Dia tidak meridhoiku

Kamis, 29 September 2011

* Ya Allah aku jatuh cinta kepadanya *


Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang
ya Allah jangan biarkan sedetikpun diriku engkau serahkan kepada nafs(keinginan)-ku, karena sesungguhnya nafs itu hanya membawa kepada apa yg diinginkan dan kesenangan yang sesaat
maka aku serahkan diriku padaMu, karena sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa yang terbaik untukku

sungguh aku telah menyaksikan keindahan akhlak yang membuat aku kagum
mata ini hanya bisa menyaksikannya
namun hati ini, sungguh tak bisa berbohong

aku tidak bisa bertanya kepada siapapun tentang hal ini
karena mungkin tak ada seorangpun yang bisa menjawabnya
tentang rasa, yang hanya diketahui oleh Maha Pencipta rasa

begitu membuat luluhnya hatiku
begitu mengagumkan dirinya
maka aku berlindung dari ketidakpantasan
dan aku berlindung dari nafs-ku, yang membawa kemudaharatan

Ya Allah aku benar-benar jatuh cinta
pada keindahan sebuah akhlak
pada keagungannya sebuah hijab
maka aku berlindung kepadaMu
dari keburukan nafs-ku
dari kotornya rasaku
dari segala motivasi bukan karenaMu

ya Allah bukan raga itu yg aku cintai
bukan dia yang aku maksud
namun qualitasnya...
Qualitasnya ya Rabb...  Maka dengan kemuliaanMu jadikan aku pantas untuk qualitas itu..
*arusghie#