Sabtu, 05 September 2020

KehendakMu

Dari mana aku harus masuk

Sedangkan semua celah seperti tak ada yang bisa kumasuki

Aku mencoba mendekat dengan dosa dan kebodohan ku, dengan Maha Pengampunannya diriMu,

Tapi yang kulihat adalah kehendakMu.

Aku coba lagi, mendekat, dengan titipan Ilmu yang kau izinkan aku mengetahuinya,

Tapi yang kulihat adalah kehendakMu.

Kali ini aku mencoba mendekat, dengan pekerjaan dan karya, yang telah kau izinkan untukku, namun yang aku ketemui tetaplah kehendakMu.

Katakanlah: "Wahai Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)"

Dan yang bisa kulihat lihat, aku dengar dan aku rasakan adalah kehendakMu.

Kehendaku adalah apa yang Kau kehendaki

Dan kehendakMu adalah apa yang kau kehendaki


Kamis, 13 Agustus 2020

Wahai Sang Penguji


Perjalanan ini

Sesungguhnya Engkau memberiku

Lalu Kau meminjamnya lagi

Dan Kau kembalikan dengan yang lebih banyak dan lebih baik


Wahai sang penguji... 

Sisi kemanusiaanku kau uji

Satu persatu logika dan kelayakan dalam standar manusia, kau lepaskan dariku

Sehingga aku tak ada lagi, dan hanya ada diriMu. 

Wahai sang penguji aku menyerah, aku berserah diri kepadaMu.

Sehingga bahagia dan sedih itu melebur dalam sesuatu yang dinamakan indah

Sehingga semua yang kulihat, kudengar dan kurasakan melebur jadi sesuatu yang disebut syukur.

Sehingga banyaknya jalan menujuMu dan semuanya kulihat menyatu, yaitu jalan MahabahMu. 

Wahai sang penguji, kembalikan apa yang kau pinjam itu dengan satu hal yaitu kemenangan dan keberuntungan untukku. 

Aku akan bersabar dengan janjiMu, yaitu pertemuan denganMu dan melihat indahnya WajahMu.

(Agiru) 

Rabu, 12 Agustus 2020

Aku



Yang kau sebut itu hanya namaKu dalam diriku

Aku melihat dengan mata-Ku

Mendengar dengan telinga-Ku

Dan merasa dengan hati-Ku

Tiada kepemilikan, yang ada hanya titipan.

Saat kau pencipta maka selainMu hanyalah ciptaan.

Saat kau Pengasih maka selainMu tiada kasih

Saat kau penyayang maka selainMu tiada sayang.

Dengan mataMu aku melihat

Dengan telingaMu, aku mendengar

Dan dengan hatiMu aku merasa.

(Agiru)

#sufi #tasawuf 

Sabtu, 11 Juli 2020

Tiada aku, kecuali Aku



Tidaklah ku hidup melainkan kehendak-Mu
Tidaklah Ku hidupkan, melainkan kehendak-Ku
Tidaklah ku tercipta melainkan kehendak-Mu
Dan tidaklah ku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya beribadah kepada-Ku

Tiadalah ibadah sejati melainkan dengan Mahabah
Kehendakku tidak berarti tanpa kehendak-Mu
Dan yang terjadi adalah kehendak-Mu
Maka aku berserah diri, kepada kehendak-Mu

Sehingga aku tiada dan hanya ada kamu
Sehingga tiada aku, kecuali Aku

Rabu, 18 Juli 2018

Seperti apa bangunan itu?


Bagiku semua ini adalah kasih sayangnya
rasa sakit, kecewa, menyesal, merasa tidak berguna, dan bodoh
kenikmatan, kebahagian, syukur, melihat dengan sudut pandang berbeda, rasa bangga dan kepuasaan.

Kalau saja cahaya itu tidak menyapaku, tentu aku akan tersesat dan menyimpang
Engkau tau yang tersembunyi dan nampak, yang terpendam dan yang terungkap
Jika memang pinta itu tertunda, maka aku yakin akan segera diwaktu yang tepat
Kalau saja pondasi ini kurang kuat, maka jadikanlah kuat dengan kesabaran dan ketaatanku untukmu.
seperti apa bangunan yang kau siapkan untukku sehingga pondasi ini begitu berat buatku, jika itu yang terbaik buatlah kuat dengan rasa syukurku dan keikhlasku padamu.

Karuniakan aku cintamu, cinta orang orang yang mencintaimu dan mencintai aktifitas yang bisa menghantarkan cintamu kepadaku.

Aku perbaiki semampuku, karena aku tidak tau berapa persen ideal-ku akan terwujud.
Aku serahkan semuanya padamu karena aku tak tau seberapa nyata semua mimpi akan terjadi.
Aku meminta kepadamu menjadi mukhlis, karena aku tak tau seberapa pantas aktifitas yang bisa kau ganti dengan rahmatmu.

Selasa, 27 Februari 2018

Apakah aku mengenalmu atau hanya mengetahui saja


Apakah aku berhak marah?
padahal penyebab kemarahan itu adalah ketentuannya ...
padahal penyebab kemarahan itu datang darinya...

Apakah aku berhak bersedih?
Padahal penyebab kesedihan itu adalah ketentuanya...
Dan penyebab kesedihan itu atas kehendaknya...

Bagaimana mungkin aku marah kepadamu, sedangkan kasih sayang itu adalah dirimu
Bagaimana bisa aku sedih atas mu, sedangkan cinta itu adalah dirimu

Apakah aku sudah mengenalmu
ataukah hanya mengetahui tentangmu saja

Apakah aku berhak kecewa
padahal itu karena kebodohanku dalam memahami mu
Dan keterbatasanku mengenalmu

Apakah aku sudah mengenalmu
ataukah hanya mengetahui tentangmu saja

Sesungguhnya rasaku, dan pengetahuan ini sungguh terbatas
dan engkau mengetahui batasanku
Sikapku dan langkah ini sangat terbatas
Maka jangan biarkan aku melampaui batas

Tidaklah bagiku untuk bisa mengetahui tentangmu kecuali apa yg kau izinkan untukku,
Tidaklah bagiku untuk jauh mengenalmu kecuali apa yang telah kau izinkan untukku

Jika seperti itu maka izinkan aku
mengenalmu
sebagaimana orang orang yang kau cintai mengenalmu
sehingga aku termasuk kedalam orang-orang yang kau cintai.
(agiru) 

Kamis, 08 Februari 2018

Proposal Marriage


Bissmillahirrahmanirrahim
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.
Rahmat dan keselamatan dan kesejahteraan selalu tercurah kepada hamba dan utusan Allah Muhammad Saw dan keluarganya.

#future wife
Bagiku ini adalah salah satu momen terbaik dalam hidupku, sebuah wilayah baru yang baru saja ku jejakkan kakiku, karena ketentuanNya lah aku seberani ini, karena ketetapanNya lah aku sejauh ini, mengumpulkan keberanian, dan melepaskannya saat aku lakukakan hal ini.
...
Bersediakah kamu menjadi istriku?,
saling mengingatkan tentang status penghambaan kita kepada sang Ma'bud, saling menguatkan dalam keimanan, saling mendukung dalam menjalankan perintah dan larangan Allah serta RosulNya dengan status mukhlis, dan bersungguh-sungguh dalam barisan itu dalam keadaan mukhlis, dan bersama-sama mencapai derajat mutaqin.
Bersediakah jika..
Aku berharap kamulah jawaban do'a ku, kamu kekuatan tambahan dalam langkah ini, kamu bagian amal sholehku, dan kamu adalah pendamping dalam perjuangan ini.
Aku berharap kita akan menjadi orang tua bagi anak-anak yang lucu, yang sholeh, dan orang tua dari anak-anak yg mutaqin.

Aku tau itu tidak mudah tapi aku yakin itu bukanlah hal yang mustahil,
Perlu beberapa langkah mencapai tujuan akhir, dan langkah selanjutnya adalah melangkah bersamamu.
Bersediakah jika
Kamu melangkah bersamaku...

#future parent-in-law
Abi/Umi...
Saat saya berpikir dan tergerak hati ini, saya yakin ini adalah bagian dari sebuah ketentuanNya, bagian dari kehendakNya, dan bagian dari yang telah direncanakanNya,
Saya sadar bahwa apa yang saya lakukan adalah bagian dari ikhtiar saya untuk menunjukan keseriusan saya menikahi putri abi/umi, yang tentu saja semua keputusan ada pada abi/umi dengan izinNya.

Namun sebelum itu izinkan saya menyampaikan beberapa hal terkait hal ini
Pernikahan bagi saya adalah sebuah jalan hidup yang harus dilalui, karena pernikahan adalah sebuah ibadah sunah yang telah Rosulullah ajarkan, sebuah fitrah manusia yang Allah ciptakan secara berpasang-pasangan, menyukai lawan jenis, dan Allah mengaturnya melalui jalan pernikahan.

Pernikahan bagi saya seperti perjalanan sebuah kapal yang berlayar dilautan, menuju suatu tujuan.
Dimana hal yang pertama bagi saya adalah kesamaan tujuan, seperti halnya hamba Allah, yang beriman, dan mengamalkan syariat Islam dengan bersunguh-sungguh dengan kesadaran keikhlasan untuk mencapai ketaqwaan, maka saya berharap bercita-cita bahwa hidup ini adalah bagaimana mendapatkan Ridho Allah dan keselamatan di hari akhir. Maka jelaslah kemana sebuah pernikahan ini akan diarahkan

Abi/Umi...
Saya tidak menjanjikan apa-apa, kecuali saya hanya akan berusaha menjadi imam yang baik, dan imam yang baik perlu makmum yang baik juga, dan dengan izin Allah, saya yakin putri Abi/Umi adalah makmum yang baik bagi saya.

Saya tidak menjanjikan dia akan selalu tersenyum, saya tidak bisa memastikan dia tidak akan menangis, tapi saya akan memastikan dia dalam ketaatan kepada Allah dan RosulNya, meskipun itu harus membuat dia menangis dan tidak tersenyum.
Karena dengan ketaatan kepada Allah dan RosulNya kami akan bahagia selamanya.

Jika Abi/Umi...
memperkenan saya, maka itu adalah bagian dari ketentuanNya dan kalaupun tidak maka itu juga adalah ketentuanNya.
Dan semua ketentuan Allah itu adalah hal terbaik.